Grebek Pusat Judi Online, Polisi Johor Tangkap 4 Anak Muda Sebagai Tersangka

Grebek Pusat Judi Online, Polisi Johor Tangkap 4 Anak Muda Sebagai Tersangka – Judi online memang sangat merebak di kalangan masyarakat dewasa ini. Banyak orang berbondong-bondong untuk bergabung dalam permainan judi online ini. Bahkan animo judi online ini menyasar berbagai kalangan usia, tidak hanya orang dewasa namun juga anak muda. Tidak lama ini para polisi di Johor baru menggrebek pusat judi online dan menemukan empat anak muda yang bergabung di dalamnya.

Aksi Polisi Johor Melakukan Penggrebekan Pusat Judi Online

Aksi ini dilakukan oleh para polisi johor dikarenakan adanya laporan atau informasi yang diterima mengenai judi online yang tengah ramai dibicarakan di wilayah Johor. Penggrebekan ini dilakukan di sebuah apartemen yang telah diubah menjadi pusat perjudian online. Karena terletak di area penginapan seperti apartemen, mungkin banyak laporan yang berasal dari warga sekitar disana.

Dalam penggrebekan yang dilakukan polisi Johor ini, mereka berhasil menangkap dan mengamankan beberapa pengunjung dengan kisaran umur yang beragam, dari usia 18 tahun hingga 22 tahun. Dengan tertangkapnya mereka, saat itu juga mereka menjadi tersangka kasus ilegal judi online di wilayah Johor. Selain menangkap orang-orang di dalam apartemen tersebut, polisi juga mengamankan beberapa barang.

Beberapa barang yang diamankan dari penggrebekan ini antara lain kartu akses masuk apartemen, ponsel sejumlah 15, tujuh laptop, tujuh mouse, empat modem wifi, lebih dari sepuluh sim card ponsel jaringan Singapura, dua notebook, dan tujuh meja kursi. Semua barang yang ikut disita ini digunakan oleh pengelola dalam melancarkan aksinya dalam kegiatan judi online dan memasang taruhan.

Investigasi Polisi Johor Terkait Pusat Judi Online

Menurut haisl investigasi yang telah dilakukan oleh pihak kepolisian Johor, ditemukan fakta bahwa tempat ini mengoperasikan judi online mulai pukul 10 pagi hingga hingga 10 malam. Total waktu operasi judi online di tempat ini adalah 12 jam. Selain itu, fakta lainnya adalah mereka mendapatkan bayaran sekitar 2 ringgit Malaysia dan mendapatkan komisi berdasarkan keuntungan yang didapat dari perjudian tersebut.

Setelah investigasi dilakukan kepada para tersangka yang notabene adalah anak muda, maka ditemukan bukti bahwa mereka belum memiliki catatan kriminal lainnya, maka mereka akhirnya dibebaskan. Namun, mereka tidak serta merta bebas karena mereka harus membantu polisi dalam mengusut kasus perjudian online yang tengah marak.

Polisi mengungkapkan bahwa permasalahan perjudian online harus diselesaikan supaya generasi muda memiliki masa depan yang lebih baik dan tidak mengalami kecanduan akan permainan kasino online. Mereka juga menghimbau kepada masyarakat Johor untuk tetap waspada dan tidak tergoda akan permainan judi online yang saat ini makin digemari masyarakat.

Begitu juda dengan masyarakat yang memiliki keluhan atau laporan mengenai judi online di area lingkungan mereka, maka bisa langsung menghubungi pihak berwajib untuk segera ditangani.

shares